Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar. Danau Ijen dikenal merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kawah Ijen

Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen. Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

Daya Tarik Kawah Ijen

Dari segi panorama alam, Anda tak perlu khawatir, karena wisata ini memiliki pesona alam yang sangat indah. Di pagi hari, Anda akan disuguhkan pemandangan sunrise yang sangat menakjubkan. Selain itu, sinar matahari pagi yang menyinari kawah akan dipantulkan sehingga membentuk warna kemilau hijau toska dari permukaannya. Namun Anda harus berhati – hati air kawah yang terlihat sangat tenang tersebut ternyata berbahaya looo. Pasalnya, air belerang di Kawah Ijen memiliki volume air sekitar 200 juta meter kubik dan panasnya mencapai 200 derajat, sehingga ketika kita nekat untuk masuk kesana, pakaian kita akan meleleh, bukan hanya itu, bahkan kita sendiri juga akan meleleh. Jadi jangan coba – coba untuk bermain – main mendekati Kawah Ijen ya.

Blue Fire Ijen

Sejarah Ijen Jaman Dahulu

Dahulu, Pegunungan Ijen merupakan bagian dari kerajaan Blambangan. Nama Blambangan mencuat dalam sejarah ketika rajanya yang bernama Menak Jinggo menolak mengakui kekuasaan Majapahit. Sehingga menyebakan peperangan antara kerajaan Blambangan dan kerajaan Majapahit. Menak Jinggo berhasil dikalahkan oleh Dhamarwulan, pemuda dari rakyat biasa yang mampu bertarung dan menghabisi musuh – musuhnya. Dengan kegigihan Dhamarwulan akhirnya dia dapat mempersunting Ratu Majapahit, Dewi Kencono Wungu, dan menjadi raja. Setelah kalah, pegunungan Ijen kian menjadi bagian dari kerajaan Majapahit, yang sampai sekarang terkenal dengan kejayaannya.

Nama Ijen juga disebut–sebut ketika seorang pangeran dari Kerajaan Wilis, bergerilya melawan VOC dari balik lereng pegunungan Ijen pada tahun 1722. Ijen merupakan tempat yang paling ideal untuk persembunyian bagi para pemberontak. Tanahnya yang berkelok dan di penuhi hutan lebat, memang sangat menakutkan, bahkan terkesan angker. Wilayah ini pun kononnya tidak bertuan.

Perjalanan ke Ijen

Lokasi Ijen berada di Banyuwangi dan Bondowoso. Lokasi Ijen bisa Kamu tempuh dengan memakai beberapa alat transportasi alternatif. Misalnya menyewa Jeep/ Trooper, Angkot, maupun naik ojek untuk menuju ke Paltuding (pintu masuk Ijen).

Dari Paltuding, kamu harus mendaki sepanjang 3 km untuk menuju ke lokasi Ijen (1,5 km awal menanjak dan jalan lebar, lalu diteruskan dengan 1,5 km rute pendakian yang sedikit landai). Maka itu, untuk dapat pergi ke sana, diperlukan stamina yang prima menuju Kawah Ijen Banyuwangi.

Harga Tiket Wisata Kawah Ijen

Dengan membayar harga tiket masuk Kawah Ijen yang hanya sebesar Rp 5.000,- (weekday) /Rp 7.500,- (weekend) per orang untuk domestik, dan Rp 100.000,- (weekday)/ Rp 150.000 rupiah (weekend) untuk wisatawan asing. Kamu dapat menikmati berbagai keindahan pemandangan alam yang luar biasa di ketinggian ijen yang mencapai sekitar 2.799 meter di atas permukaan laut.

Keindahan Gunung Bromo Indonesia